Tuesday, August 02, 2005

The Most Populer Band



Benarkah Popularitas Menghasilkan Band Legendaris?

Dalam konteks Indonesia, Koes Plus satu-satunya grup musik (band) yang telah bubar bertahun-tahun silam, tapi popularitasnya masih terjaga hingga detik ini, 1 Agustus 2005.

Betapa tidak, 9 Agustus 2005, oleh komposer Erwin Gutawa, lagu-lagu Koes Plus yang telah di rekam ulang oleh Sony Music dengan melibatkan grup musik dan penyanyi muda bertalenta (Andi /rif, Kikan Cokelat, Duta Sheila On 7, Fadli Padi, dll)akan dipanggungkan dalam sebuah konser bertajuk Erwin GUtawa Tribute To Koes Plus.

Tapi pertanyaannya kemudian adalah, apakah sikap para musisi terhadap karya-karya Koes Plus adalah salah indikasi yang menunjukkan bahwa Koes Plus adalah grup musik legendaris Indonesia?

Persoalannya,
Sejak album Erwin Gutawa Tribute To Koes Plus itu dikeluarkan akhir tahun 2004, produksinya tidak menyertakan "profile" Koes Plus secara lengkap. Kalau toh ada, dalam sampul album itu, hanya menggoreskan sedikit sekali tentang siapa sesungguhnay Koes Plus itu.

Kalau cuman sekadar itu, Koes Plus sesungguhnya belum lagi dianggap sebagai legendaris. Karena yang ada hanyalah upaya eksploitasi dari sejumlah musisi, kalau tak mau menyebut hanya Erwin Gutawa sendiri, demi untuk kepentingan sendiri. Bisa berbuah popularitas saja, atau bis apula berbuah materi, atau bis apula kedua-keduanya. Maka hasilnya, Koes Plus hanyalah seonggok "benda kuno" yang masih "laku untuk dijual"
Sayang sekali...

Dalam sebuah kesempatan, Press Confrence untuk konser tribute itu yang akan berlangsugn di JHCC, Erwin Gutawa ketika dikonfirmasi soal sikap menghidupkan kembali betapa harumnya nama Koes Plus mengungkapkan penyesalannya jika pada sampul album hanya mencantumkan sedikit sekali tentang Koes Plus. Tapi ia berjanji; "Insya Allah pada konsernya nanti, selain menampilkan memorabilia seputar Koes Plus, kami juga akan menampilkan semacam bukui panduan tentang perjalan karier KOes Plus."

Tentu saja sikap Erwin ini patut diacungi jempol!
Karena, sosok legendaris hanay bisa muncul dari tangan-tangan seniman yang membawa misi moral berkesenian dan mengesampingkan sikap "memanfaatkan" nama untuk kepentingan bisnis industri musik semata. Hari gene... siapa yang ga pengen duit dan poopularitas.

Tapi atas nama bangsa Indonesia, sudah selayaknya KOes Plus diperlakukan sebagai bagian dari sejarah panjang perjalanan Pop Culture di Indonesia. Karena KOes Plus telah memberikan banyak inspirasi ke banyak seniman musik dinegeri ini. Sebut saja misalnya Slank dan Sheila On 7.